Tampilkan postingan dengan label ameechan di hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ameechan di hati. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Desember 2011

Kamis, 22 Desember 2011

Ridiculous

watch out !! I've just watched that babies are fighting about something.. they asked to be quiet and listen for themselves each other.. that's a ridiculous moment.. 

Senin, 07 Februari 2011

CERPEN PERTAMA

Haloo teman - teman pembaca blog yang setia..

terhitung sejak akhir - akhir januari saya belum membuka blog lagi, saya kangen tentunya..
kebetulan kemarin saya iseng - iseng ikut lomba cerpen nih..
maklum, sebagai pemula..
tentunya, ini cerpen perdana saya..
silahkan dibaca dengan seksama yah ? saya harap teman - teman menikmati..


check it !

CINTA ITU BUTA


Rasanya belum lama, tapi membuatku kangen akan segala cerita yang aku jalani beberapa waktu lalu.
Cuaca dingin yang menusuk hingga ke rongga dada membuat pagi ini terasa begitu sempurna seperti pagi – pagi biasa. Kegiatan pagi yang itu – itu saja, berdiam diri menonton televisi sendirian di kosan. Dengan mengotak – atik telepon genggamku, ditemani dengan segelas hangat cappucinno membuat kegiatanku sebagai pengangguran yang malas berkegiatan. Apa rencanaku hari ini ? Aku rasa aku sudah tahu jawabannya, tetap berdiam diri di kosan seperti yang aku lakukan tiap hari. Aku senang berdiam diri di saat libur panjang begini. Tapi, sesekali aku keluar untuk membeli apa saja yang aku butuhkan.
Jam menunjukkan pukul 9.30 AM dan aku tetap tidak bergerak sedikitpun dari kegiatan yang menurut kebanyakan orang sangat membosankan, tapi percayalah bahwa ini adalah aktivitas terkeren yang aku jalani selain kuliah yang menyenangkan.
Terdengar bunyi lagu If It kills me-nya Jason Mraz yang menjadi settingan ringtone handphone-ku. Aku meraihnya dan beberapa detik melihat nama penelepon, Dhani. Dia adalah orang yang dekat denganku sekitar 3 bulan belakangan. Perawakannya tinggi, kulitnya putih, wajahnya cerah, dan sangat baik orangnya. Aku mengumpulkan kekuatan untuk mengangkat panggilan darinya.
“ Haloo.” Sapaku.
“ Iya, sudah sarapan?” tanya suaranya dari balik sana.
“ Oh kebetulan sudah tadi makan roti.” Jawabku singkat dan terkesan agak canggug.
“ Bagus. Anak pinter. Hehehe” katanya.
Hening.
Sekitar beberapa menit kemudian aku kembali bicara.
“ Kamu mau kemana hari ini ?”
“ Dirumah aja.” Jawabnya
Tapi, belum sempat aku bicara, dia berkata kembali. “kamu dikosan aja ? ntar makan siang di luar sama aku yuk ? sekalian ngobrol – ngobrol. Mau ?”
“ hmmmmm. Gimana yah ? boleh deh.” Jawabku ragu.
“ nanti jam setengah 12 aku kesana yah ? bye!”  katanya.
“ Iya. bye! Tuuuuuuuuuuuuuut—“ begitulah aku mengakhiri percakapan.
Aku sedikit bingung bercampur kaget, Dhani mengajakku lunch untuk pertama kalinya dan ini juga menjadi pertemuan pertamaku dengan Dhani. Jujur, aku belum tahu bagaimana sosok fisik Dhani secara langsung, aku hanya mengenal bentuk fisik Dhani dari fotonya saja. Ya, bisa dibilang kami berbincang hanya di dunia maya saja dan baru bisa berjumpa sekarang. Tapi, sepertinya aku sudah cukup jauh mengenal pribadi dia dari mulai tempat kuliah sampai sifat dia yang agak cuek dengan orang.
Tampaknya, Aku harus bersiap – siap karena Dhani telah mengabariku via pesan singkat. Aku masih sedikit bersantai – santai menonton televisi di kamar kosan. Sesekali mengganti – ganti channel televisi.
Handphone-ku bergetar lagi, rupanya si Dhani menelepon lagi. Aku angkat dan dia bersuara.
“ HALO.”
“ Iya. kenapa Dhan?” tanyaku agak heran.
“ Aku udah didepan kosan kamu, cepat keluar. Alamat yang kamu kasih nggak salah kan ?” katanya sedikit bertanya.
“ Iya. Oke, aku keluar. Tuuuuuuuuut—“
Aku langsung saja keluar dan mencari tahu sosok Dhani didepan kosan. Benar saja, aku langsung mengenali dia dan tidak salah lagi. Sedikit terdiam melihat dia dan dicampuri rasa tidak percaya.
“ Kenapa bengong ? Ayo, cepetan. Udah laper kan ? hehehe” dia mengagetkanku.
“ O-oh, iya. aku kunci pintu sebentar.” Jawabku gugup.
Setelah itu, aku dan Dhani langsung menuju tempat makan fast food terdekat. Aku tahu betul kalau makanan siap saji seperti ini kurang baik, tapi sekali – sekali tidak masalah mungkin.
Di perjalanan, aku dan Dhani saling diam. Suasana agaknya hening dan aku mencoba memecahkannya. “ kamu nggak ada kegiatan sekarang – sekarang ini, Dhan?”

Dhani agak sedikit tersentak, “ O-oh, Iya. lagi nggak ada kegiatan aja kebetulan. masih libur aja nih. Kamu sendiri gimana ? oh ya, kamu nggak bosen apa diem terus – terusan di kosan ?”
“ Aku seneng diem di kosan daripada diluar.” Jawabku jujur.
“ Kamu nggak suka jalan?” tanya Dhani sembari menyetir mobil dengan fokus.
“ Kurang suka. tapi, kadang juga suka nggak sadar keluar kosan sendiri pergi ke mall. Padahal nggak tau mau ngapain. Hehehehe” kataku.
“ kok bisa aneh gitu? Nonton film suka?” dia bertanya lagi.
“ Iya. lumayan suka.” jawaban yang singkat, padat, jelas, dan tepat.
Hening.
Dan tidak berapa lama kemudian, aku dan dia sampai, memasuki bangunan itu, dan sesekali bingung untuk memesan makanan. Aku lebih memilih kentucky, sepotong paha bawah ayam, dan secangkir soft drink.
Aku memilih tempat duduk yang terlihat comfort dan langsung menuju kesana. Duduk dan memulai makan dengan khusuk, begitupun Dhani. Tapi, aku merasa ada yang aneh dari Dhani. Sesekali aku mencuri pandang dan mendapati dia fokus melihatku terus – terusan dengan tersenyum kecil. Wajahnya manis memang dan aku malu, wajahku memerah.
“ Kenapa belum disentuh makanannya, Dhan?” tanyaku membiarkan suasana mencair.
“ Nanti. Bentar lagi, masih panas” jawabnya dengan alasan yang kurang masuk akal.
Aku melanjutkan makan dan menghabiskannya. Hari itu, waktu bergulir dengan cepat dan tak terasa malam menjelang. Perbincanganku cukup banyak dengannya. Dia memiliki pikiran – pikiran yang sama denganku. Aku senang, pertemuan pertama menjadi sangat terkesan begini.
Pertemuanku dengannya tidak sampai disitu. Dibeberapa pertemuan selanjutnya, dia mengajakku nonton film. Memang bukan hal yang terkesan wah!, tapi aku sangat menghargai ajakan – ajakannya. Aku sangat senang diperlakukan baik seperti ini dan aku akhir – akhir ini sering memikirkan dia.
Kenapa aku berpikir tentang dia selalu ? tidak, ini salah. Dia itu hanya seorang teman yang sangat baik. Berteman dengannya sudah lebih dari cukup untukku, tapi kenapa dia selalu meracuni otakku dengan setiap gerak – gerik yang dia lakukan dari mulai cara dia melihat sampai cara dia diam.
Aku tidak memperdulikan pikiran aneh itu yang sempat beberapa kali muncul. Aku menganggapnya hanya pikiran – pikiran yang sangat manusia saja.
Tidak terasa, sudah 2 bulan aku bertambah akrab dengannya. Tapi, beberapa minggu ini dia tidak pernah lagi ada. Dia masih sering mengirimkan pesan dan meneleponku. Aku masih beranggapan baik dengannya.
Tapi, hari itu beda. Aku membuka facebook-ku dan melihat status – statusnya yang amat aneh. Aku segera mengambil handphone-ku dan mencari – cari nomor kontaknya lalu lekas meneleponnya.
“ Halo.”
“ Halo, Dhani. Status kamu kenapa itu ?” tanyaku to do point.
“ Status? Status yang mana? Aku baik – baik aja kok.” Jawabnya dengan sedikit gurauan.
“ Kamu pasti bohong. Jujur aja sama aku lah. Jangan ada yang di tutup – tutupin.”
“ Aku nggak apa - apa kok” katanya tanpa ada jawaban yang sangat beralasan.
“ Ya sudahlah, kamu tetep nutup – nutupin masalah kamu. Aku juga mungkin nggak punya hak atas hidup kamu, bukan?” sedikit kecewa dengannya.
“ Aku nggak ingin orang lain iba dengan ini, aku nggak ingin.” Katanya dengan nada bimbang.
“ apa aku pernah bersikap iba ke kamu?” tanyaku serius.
Hening.
“ Tentunya tidak, kan? Jadi. Cobalah untuk terbuka denganku, Dhan.” Sambungku.
“ Oke. Aku harap kamu nggak kaget dan setelah ini aku yakin banget kamu pasti berubah ke aku.” Jawab Dhani dengan nada agak pasrah.
Hening kembali.
“ Sebenernya, sudah beberapa bulan belakangan kondisiku kurang sehat. Aku selalu membantah kalau dicegah keluar rumah, padahal alasan mama papa sangat jelas masuk akal. Tapi, aku mengabaikannya. Aku sakit jantung dan kemungkinan minggu depan aku mau dibawa operasi ke luar kota.” Jelasnya panjang lebar dan sedikit membuatku kaget.
“ Kenapa nggak pernah cerita hayo? Aku kan nggak bakal ngetawain ataupun sebagainya setelah kamu cerita, Dhan.” Kata – kataku amat sangat jujur ku lontarkan.
“ Aku takut. Takut kamu berubah aja. Soalnya, sejauh ini kamu memang yang selalu menganggap aku seadanya. Kamu juga yang mengajarkan aku akan arti ketulusan. Kamu segalanya. Kamu tahu ? setiap hari aku selalu berdoa supaya tuhan terus mempertemukan kita lagi.” Dia berbicara panjang lebar soal ini.
Hari demi hari berjalan sesuai dengan alurnya dan sampai tiba saatnya Dhani memang harus di operasi. Pagi – pagi sekali, sebelum aku bangun dia telah meneleponku dan rupanya mailbox. Aku dengar pesan suaranya.
“ Selamat Pagi! Pasti belum bangun yah ? hehehehe. Aku cuma mau kasih tahu kalo hari ini aku berangkat dan kamu jaga diri yah disana ? oh ya, doain aku! Aku sangat berharap banyak doa darimu—” itu masih berlanjut panjang lebar dia bicara.
Tapi, ada bagian voice mail-nya yang sangat membuatku miris. “ terakhir, kalo kamu nggak dapet kabar akhir bulan ini. Berarti aku udah ada disisi-Nya. Salam sayang, Dhani. Tuuuuuuut—” Suaranya terdengar sangat ikhlas pada bagian akhir pesannya.
Beberapa hari aku tunggu kabarnya dan sampai akhirnya sebelum akhir bulan, aku telah mendapati kabarnya sudah tidak ada.
Inalilahi wa inalilahi rojiun sembari mengucap istighfar terus menerus. Ini rasanya cuma mimpi buruk. Aku harus bangun ! tapi, ternyata memang kenyataan. Dhani meninggal, dia sudah tenang disana. Ikhlas atau tidak ikhlas, aku harus ikhlas dengan ini. Orang baik seperti dia akan mendapat balasan dari tuhan. Amin
Dan agaknya, aku sudah bisa menjawab. Aku juga memang mencintai Dhani. Walau ini diluar konteks tuhan, aku tahu betul Dhani memang selalu nyaman apabila didekatku dulu. Dhani merasa sangat senang. Dhani, memang mencintai seorang Farel, remaja laki - laki biasa yang bukan apa – apa seperti ini, begitupun aku padanya. Bagaimanapun, Walau ini sebuah disorientasi cinta antara aku dan Dhani, aku tidak pernah peduli.
****
Disecarik kertas, Aku menuliskan beberapa kalimat dan sangat berharap Dhani hadir lagi dan membacanya :
Aku duduk diam di bawah tempat yang bertaburan bintang malam, kemudian berdoa untukmu dan sesekali melihat ke langit untuk mencari bintang yang paling terang. Aku menemukan itu, aku percaya itu kamu, Dhani.

Yang terkasih, Farel. **
 

Minggu, 16 Januari 2011

wait a moment

hari ini sepi, biasanya ada yang nemenin disaat aku memang butuh teman..
sayang banget, kamu lagi jauh..
tapi ngapapa.. mikirin kamu, buat aku salah tingkah..
didalam doaku, aku selalu tidak ketinggalan memasukan namamu..
aku berharap supaya kamu ada disini..
senyum didepanku, melihat aku bertingkah sedikit aneh didepanmu..
aku harap nanti itu akan kejadian..
bukankah kamu juga berharap demikian ? :)

hari ini masih sepi..
aku nga tau berapa lama jangka waktunya, yang jelas ini sedikit membuar cemas..
tapi aku yakin, dibalik ini Tuhan punya skenario yang sempurna..
mudah - mudahan doaku terkabul.
amin..

hari ini adalah hari diem buatku..
tak kudengar kabarmu sebabnya..
tapi, tak apalah..

hari ini, aku hanya melihat - lihat acara televisi yang tidak terlalu penting.
tapi, itu hanya kamuflase saja, sebenarnya aku lagi mikirin kamu.. (diem2 aja yah ?) :)

kamu lucu, aku sayang..
kamu lucu, aku cinta..
kamu lucu, aku tergila2..

titip salam buat hati kamu..
aku masih menunggumu (bukan diwarnet !)
:D

**still waiting again.. :')

Jumat, 14 Januari 2011

CONTEMPLATE

pelajaran MATEMATIKA yang mengantarkan saya dalam mengenal KEMUNGKINAN..
begitu juga SAINS lain yang bersifat statistik, yang menguraikan WAKTU terbagi menjadi tiga..

disambung dengan PENDEKATAN KERUANGAN dan JARAK yang enyimpulkan bahwa setiap kejadian pasti akan berlangsung dan setiap jarak itu pasti adanya..

kembali ke konteks awal : DIMANA SAYA BERBICARA ?
alurnya bergulir BERULANG - ULANG,
menciptakan nama yang sama, dialog yang sama, bahkan kehidupan yang sama..

jadi, itulah gunanya sebuah TIMBAL BALIK..
seperti yang dilontarkan dalam pelajaran - pelajaran sosial,
dimana SETIAP INDIVIDU MEMILIKI KEBIASAAN, dan KEBIASAAN DIHIDUPKAN OLEH INDIVIDU..

melahirkan PIKIRAN yang lumayan RANCU,
sedikit hambar untuk dirasa,
aneh bila dilihat,
dan kurang bermakna jika lain telinga yang mendengar..

permasalaha inti :
APA YANG SAYA KOREK ?
MENGAPA INI BISA BEGITU ?

jawaban rancu (lagi) berkata :
" jika MENGAPA begitu besar, maka BAGAIMANA akan terlihat kecil. "

KEMBALI LAGI PADA SIKLUS LINGKARAN YANG TAMPAK MIRIP..

Kamis, 13 Januari 2011

GONE

Go see what it's like to be with another guy

Go try, baby find yourself another life

You say you don't need me

So baby, just leave me 'cause all of this pushin', pullin'

It ain't right

But before you go and blow off everything we had

Remember there are somethings you can never take back


You're gonna miss me when I'm gone

You're gonna feel what it feels like to be lonely, alone

And When you see that I'm happy on my own

That's when your jealousy will grow

Baby, then you'll know that you never should've walked away

You made a big mistake

I'll be gone, gone, gone, gone

I'll be gone, gone, gone



What's gonna happen when you hear I'm out with someone else

And you know that she has got me now

Will you be sorry?

By then I won't be sorry

'Cause i see what you put me through come back around

So before you go and blow off everything we had

You better stop and realize that you'll never get me back


You're gonna miss me when I'm gone

You're gonna feel what it feels like to be lonely, alone

And When you see that I'm happy on my own

That's when your jealousy will grow

Baby, then you'll know that you never should've walked away

You made a big mistake

I'll be gone, gone, gone, gone

I'll be gone, gone, gone, gone



Some doors open while other ones are closing

So if you think I'll sit here waiting

You better think again

 
You're gonna miss me when I'm gone

You're gonna feel what it feels like to be lonely, alone

And When you see that I'm happy on my own

That's when your jealousy will grow

Baby, then you'll know that you never should've walked away

You made a big mistake

I'll be gone, gone, gone, gone

I'll be gone, gone, gone, gone, gone

Rabu, 12 Januari 2011

CONCORD

East Bandung , January 12th 2011..
with love..
with tears..
with you..


just make a different statement on my own.. I'm not too sobby before you.. you can see it from my damn serious eyes.. you're really absolutely nice for me.. you reach my life when you know me.. I had just resigned.. you're really important in my life.. making a little smile when you accost me.. it's too expeditious.. but, I believe you are really really kind.. :D

making me always think of you everytime.. ooo, you are too mischievous in this condition !! hha
occasionally, you make me cannot sleep well. but, it's not problem and I'm happy !! :D

there's hope, here is hope too. 

2 days ago, I had watched LOVE IN PERTH lonely.. I sat and scrutinized it !
                  I getting miss and miss about you.. oh no, it's too much ! :D

well, and now you will go to go !!
I hope you welfare and no one accident on you..

bye bye ! From BANDUNG with LOVE..

really waiting you, here..

opened your eyes when you look a rain there..
because, I have many likelihood to enter into it.. :D

it's so funny, but you like it, don't you?

Rabu, 22 Desember 2010

terkasih dari yang terkasih..

belai lembut..
belaian lembut..
aku terhanyut, hampir tak terenggut..
lautan belaian lembut..
kikuk sembari menekuk - tekuk jari kakuku..


matanya bersinar..
indah bak material permata..
lentik bagai anggur segar..
lugu bagai bayi lucu..






bangga,
ya, aku bangga..
melihatnya dipeluk..
melihatnya memeluk..
sekali lagi bangga,
memiliki nafasnya..
memiliki mata coklatnya..
memiliki apa yang dia punya..

mama, kusebut namanya..
kusebut namanya..
kusebut dirinya..
kusebut dia..

Kamis, 16 Desember 2010

December 17th hopefull..

17 Desember 2010,
dengan udara dingin aku sampaikan..

sedingin pagi yang aku rasakan..
seterik siang yang aku lalui..
segelap malam yang aku kagumi..
selembayung sore yang aku nikmati..

berlama - lama aku betahkan sendiriku..
bukan aku tak mau tahu..
tapi, hanya menikmati beberapa kesempatan terindah yang jarang sekali aku lewati..

aku tahu, susah untuk mengembalikan percaya diri..
tapi aku harus untuk kondisi ini..

dan sesadar mungkin aku coba berusaha..
dan hasilnya, TIDAK MENGECEWAKAN..  :)

rasanya, sempurna..
tapi sekarang aneh..
mendapatinya seakan letih..
apa ini akibat hati ?

ya.. hari - hari itu sekarang membosankan..
seorang diri bagai JACK TANPA ROSE..
ya.. aku maklumi..
mungkin masalah waktu..

tapi, keinginanku yang kuat tak bisa di elakkan..
dan sebisanya aku tahan..
dan cukup membuat hasil yang indah..

aku seharusnya tidak mengeluh soal ini itu..
aku seharusnya tidak..
berpositiflah..
karna tak ada yang perlu dipandang negatif..
berpositiflah..
aku yakin, menunggu adalah cara terbijak..
dimana nanti, ceritanya aku lanjutkan sesuai dengan caraku..
semoga saja..

                                                                 merangkul diri di DESEMBER PAGI,
                                                                  atas nama AMEE, aku gambarkan..

Sabtu, 11 Desember 2010

December 12th, 2010 on East Bandung.

Dear Mr. Curiousity,

Well maybe it's me and my blind optimism to blame
Maybe it's you and your sick need to give love then take it away
And you'll add my name to your long list of traitors who don't understand
And I'll look back and regret how I ignored when they said "run as fast as you can"

You are an expert at sorry,
and keeping lines blurry
Never impressed by me acing your tests
All the boys that you run dry
with tired, lifeless eyes
cause you burned them out
But I took your matches before fire could catch me,
so don't look now:
I'm shining like fireworks over your sad, empty town 


                                                                                    hope you get the letter,
                                                                                   SINCERELY,
                                                                                   ** amee

Kamis, 09 Desember 2010

December 9th 2010 on Cibiru, East Bandung

    SAHABAT AMEE,

tapi, saya sekali lagi tidak mempermasalahkan kalimat2 itu..
saya cuma ingin menjeritkan sesuatu yang sangat susah untuk saya bagi, walaupun saya sadar betul kalau ini tempat saya untuk berbagi..

sadar betul akan umur 17 tahun saya ini kurang membantu dalam hal - hal yang tidak berpengalaman seperti ini..

                                                                             sedikit perasaan yang bodoh,
                                                                                              **ameechan